Apa itu algoritma? ciri-ciri, contoh dan fungsinya

Halo Sobat IDN, ketemu lagi nih sama mimin. Kali ini mimin mau mau kasih tahu nih apa itu algoritma. Ketika mendengar kata algoritma mungkin sobat IDN terpikirkan bahwa algoritma pasti berhubungan dengan bahasa pemrograman, matematika, ataupun ilmu komputer. Hal tersebut tidak salah memang algoritma itu merupakan kunci atau komponen penting dalam dunia pemrograman saat ini. Oleh karena itu, mimin mau membahas mengenai apa itu algoritma, ciri-ciri algoritma, contoh algoritma, dan fungsi dari algoritma tersebut. Untuk itu sobat IDN dipastikan baca artikel ini sampai selesai untuk memahami mengenai algoritma.

Pengertian Algoritma

Algoritma merupakan sekumpulan instruksi atau prosedur untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau untuk mencapai tugas tertentu. Dalam ilmu komputer, algoritma merupakan sekumpulan instruksi yang didefinisikan dengan baik untuk melaksanakan tugas atau masalah tertentu. Algoritma dapat digunakan dalam berbagai bidang seperti matematika, ilmu komputer, dan Teknik dan penggunaannya tersebut dapat berkisar dari algoritma yang sederhana sampai yang rumit sesuai dengan kebutuhannya. Algoritma dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam pekerjaan, seperti menyortir data, menemukan jalur terpendek di antara dua titik, mengenkripsi dan mendekripsi sebuah informasi, dan masih banyak lagi penggunaan dari algoritma.

Algoritma dapat ditulis dan disajikan dalam berbagai bentuk meliputi Deskriptif, Pseudocode, dan Flowchart. Deskriptif berarti algoritma ditulis dengan menggunakan Bahasa sehari-hari yang digunakan manusia, baik dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Pseudocode merupakan penyajian dari suatu algoritma menggunakan kode dengan instruksi dalam Bahasa pemrograman. Sedangkan flowchart merupakan penyajian dari suatu algoritma dengan menggunakan diagram alir.

Karakteristik

Karakteristik utama dari sebuah algoritma adalah bahwa sebuah algoritma harus efektif dalam penggunaannya, berarti algoritma berakhir setelah sejumlah Langkah yang terbatas, dan harus dapat menghasilkan output yang benar untuk setiap input yang valid. Algoritma biasanya dirancang seefisien mungkin, berarti algoritma harus menggunakan sumber daya yang paling minimum, seperti waktu dan memori untuk menyelesaikan pekerjaannya. Algoritma dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu Deterministik dan Non-Deterministik. Algoritma deterministik (Deterministic Algorithms) menghasilkan output yang unik untuk setiap input yang diberikan. Sedangkan algoritma non-deterministik (Non-Deterministic Algorithms) dapat menghasilkan output yang berbeda untuk input yang sama.

Algoritma merupakan komponen penting dalam ilmu komputer dan algoritma dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti search engine, image recognition, dan hingga autonomous vehicle. Algoritma juga dapat digunakan di bidang lain seperti keuangan, logistik, dan kedokteran. Dengan munculnya Big Data, Machine Learning, dan Artificial Intelligence maka algoritma menjadi sangat penting untuk mendukung hal-hal tersebut. Karena pentingnya hal tersebut, desain dan analisis algoritma telah menjadi topik sentral dalam teknologi informasi dan dipelajari secara luas di universitas dan lembaga penelitian.

Ciri-Ciri Algoritma

Dari yang sudah mimin jelaskan di atas algoritma merupakan sekumpulan instruksi atau prosedur untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau untuk mencapai tugas tertentu. Algoritma dapat dicirikan oleh berbagai atribut utama seperti:

  1. Input: algoritma dapat menerima sebuah input, input tersebut dapat berupa serangkaian angka, string, ataupun tipe data lainnya.
  2. Output: algoritma dapat menghasilkan sebuah output, output tersebut dapat berupa serangkaian angka, string, ataupun tipe data lainnya.
  3. Definiteness: sebuah algoritma harus didefinisikan dengan tepat dan jelas, tanpa ada ambiguitas atau ketidakjelasan. Setiap Langkah harus dijabarkan dengan jelas. Jadi sobat IDN tidak dapat mengharapkan komputer untuk memahami sesuatu jika sobat IDN sendiri ambigu tentang hal tersebut.
  4. Finiteness: algoritma harus berhenti setelah sejumlah Langkah yang terbatas. Berhenti di sini berarti Ketika sobat IDN sudah mendapatkan output yang diharapkan atau mendapatkan respons yang mungkin tidak ada solusinya. Sebuah algoritma tidak boleh tidak terbatas dan selalu berakhir setelah sejumlah langkah yang pasti.
  5. Feasibility: sebuah algoritma harus dapat dieksekusi dengan menggunakan sumber daya yang tersedia, seperti waktu dan memori.
berdasarkan output(ciri-ciri)
  1. Effectiveness: sebuah algoritma harus dapat menghasilkan output yang benar untuk setiap input dalam rentang waktu yang ditentukan. Sebuah algoritma seharusnya tidak mengandung langkah-langkah yang tidak diperlukan dan berlebihan yang dapat membuat menjadi tidak efektif. Misalnya, sobat IDN sedang memasak sebuah resep dan sobat IDN memotong sayuran yang tidak digunakan dalam resep maka itu hanya membuang-buang waktu.
  2. Time Complexity: menggambarkan jumlah waktu yang dibutuhkan oleh sebuah algoritma untuk menjalankannya sebagai fungsi dari ukuran input.
  3. Space Complexity: menggambarkan jumlah memori yang dibutuhkan oleh sebuah algoritma untuk menjalankannya sebagai fungsi dari ukuran input.
  4. Generality: sebuah algoritma harus mampu memecahkan sekumpulan masalah yang saling berhubungan, bukan hanya satu masalah tertentu.
  5. Reusability: sebuah algoritma harus dapat digunakan kembali untuk masalah yang sama atau berbeda.

Semua karakteristik diatas penting untuk dipertimbangkan ketika sobat IDN mau merancang sebuah algoritma untuk masalah tertentu, karena mereka menentukan efisiensi, akurasi, dan efektivitas algoritma secara keseluruhan.

Contoh Algoritma

Ada banyak sekali contoh algoritma yang digunakan di berbagai bidang seperti ilmu computer, matematika, Teknik, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah contoh dari algoritma:

  1. Sorting Algorithms: algoritma ini dapat digunakan untuk mengatur koleksi item ke dalam urutan tertentu, seperti dalam urutan ascending atau descending. Contoh dari algoritma ini adalah bubble sort, insertion sort, dan quick sort.
  2. Search Algorithms: algoritma ini dapat digunakan untuk menemukan item tertentu di dalam kumpulan item yang ada. Contoh dari algoritma ini adalah linear search dan binary search.
  3. Graph Algorithms: algoritma ini biasanya digunakan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan graph theory, seperti menemukan jalur yang terpendek antara dua simpul. Contohnya adalah Djikstra’s algorithms dan A* algorithms.
  4. Recursion: algoritma rekursif merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan membaginya menjadi sub masalah yang lebih kecil dan menyelesaikan tiap sub masalah tersebut secara bergantian, hingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Contoh dari algoritma rekursif adalah fibonacci sequence.
  5. Machine Learning Algorithms: algoritma ini digunakan untuk melatih komputer untuk membuat prediksi atau keputusan berdasarkan data. Contohnya adalah decision trees dan neural network.
  6. Compression Algorithms: algoritma ini digunakan untuk mengamankan komunikasi dan melindungi informasi sensitif dengan mengenkripsi dan mendekripsi data. Contoh dari algoritma ini adalah RSA dan AES.

Hal di atas hanyalah beberapa contoh dari berbagai contoh algoritma yang ada. Setiap algoritma dirancang untuk memecahkan masalah tertentu atau melakukan tugas tertentu, dan pilihan algoritma bergantung pada kebutuhan khusus dari masalah yang dihadapi oleh sobat IDN.

Fungsi Algoritma

Salah satu fungsi utama algoritma adalah menyediakan proses langkah demi langkah untuk menyelesaikan suatu masalah. Proses ini biasanya dipecah menjadi serangkaian langkah yang lebih kecil, masing-masing dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya algoritma untuk mengurutkan daftar angka, pertama mereka membagi daftar tersebut menjadi sublist yang lebih kecil, kemudian mengurutkan setiap sublist, dan akhirnya menggabungkan sublist yang telah diurutkan kembali menjadi satu. 

Fungsi penting lainnya dari algoritma yaitu untuk menyediakan cara mengukur efisiensi dan efektivitas proses pemecahan masalah. Hal ini sering dilakukan dengan menganalisis kompleksitas ruang dan waktu dari algoritma, yang dapat membantu mengidentifikasi hambatan dan potensi target pengoptimalan.

Algoritma juga berperan dalam mengotomatisasi tugas berulang dan pengambilan keputusan. Beberapa algoritma dapat digunakan untuk menemukan jalur paling efisien menuju solusi atau membuat prediksi berdasarkan data.

tertarik dengan blog idn? CEK DISINI